Post Page Advertisement [Top]

ArtikelGalleryHeader

Senyum bahagia para yatim dan dhuafa bersama Naqoy Center













Yayasan Rumah Kesadaran Indonesia & Pesantren An -Naqoyah mengadakan santunan bersama 120 yatim dhuafa pada akhir ramadhan, 27 Ramadhan 1446 H. Tampak kompak Coach Naqoy dan istri bersama putri kembar "Zaara Zyvaa". Coach Naqoy sendiri langsung memberikan santunan kepada yatim dhuafa. 

Dalam kehidupan, tidak semua orang memiliki keberuntungan yang sama. Di sekitar kita, banyak anak yatim dan dhuafa yang membutuhkan uluran tangan untuk melanjutkan hidup dengan layak. Santunan bukan sekadar memberi, tetapi tentang menghadirkan harapan dan cinta bagi mereka yang membutuhkan.

🔹 Menghidupkan Nilai Kepedulian
Berbagi dengan anak yatim dan dhuafa bukan hanya bentuk kebaikan, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial. Rasulullah ï·º bersabda:
"Aku dan orang yang mengasuh anak yatim akan berada di surga seperti ini" (HR. Bukhari & Muslim), sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah yang berdekatan.

🔹 Menguatkan Kebersamaan dan Rasa Empati
Ketika kita membantu mereka yang membutuhkan, kita sebenarnya sedang membangun jembatan kebaikan dalam masyarakat. Rasa empati yang tumbuh dari santunan ini akan memperkuat hubungan sosial dan mempererat tali ukhuwah.

🔹 Membuka Pintu Keberkahan
Dalam Islam, berbagi dengan sesama bukan hanya membawa manfaat bagi penerima, tetapi juga bagi pemberi. Allah berfirman:
"Barang siapa yang memberikan makan dan pakaian kepada anak yatim, maka ia akan berada di bawah naungan Arsy pada hari kiamat." (HR. Ahmad)

🔹 Membantu Masa Depan Generasi Muda
Anak yatim dan dhuafa adalah bagian dari generasi masa depan. Dengan membantu mereka mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang lebih baik, kita sedang menanam investasi besar untuk kemajuan umat dan bangsa.

💖 Santunan bukan sekadar memberikan materi, tetapi juga tentang membagikan cinta, kebahagiaan, dan harapan. Dengan berbagi, kita tidak akan kehilangan, justru semakin diberkahi.







Bottom Ad [Post Page]